Kamis, 08 Januari 2009

Arya Raditya Sheva Putra ( Sheva )


Arya Raditya Sheva Putra, anak pertama saya yang lahir di Jakarta pada tanggal 23 Maret 2006. Saya berbagahia banget bisa menunggui saat istri melahirkan di rumah sakit.
Sejujurnya pada saat akan memberi nama, saya dilanda kebingungan. Kenapa? Dari istri sudah punya nama, dari keluarga sudah ada nama, dan saya sendiri juga sudah menyiapkan nama. Semuanya mempunyai latar belakang sendiri - sendiri. Istri saya suka dengan nama Aryo / Arya. Sedangkan saya sebagai Milanisti sejati dan sedang gandrung-gandrungnya dengan Andrey Shevchenko, punya keinginan anak saya kelak akan jadi pemain bola yang hebat.

Akhirnya, disaat kepepet ditunggun sama suster di RS untuk pengurusan akte, timbulah gagasan untuk menggabungkan nama - nama tadi. Jadilah nama Arya Raditya Sheva Putra. Ya, sebuah nama yang mewakili semua aspirasi ( semoga saja ).
Rasanya saya sangat egois ( mungkin karena kebetulan anak saya laki - laki ), semua keinginan / cita cita saya dulu yang tidak kesampaian, ingin saya wujudkan pada anak saya ini. Saya suka sepak bola, makanya pingin anak saya jadi pemain bola ( yang handal tentunya ). Bahkan, selain namanya yang nyontek nama pemain bola, waktu masih bayi pun udah dibeliin mainan bola.

Saya suka teknologi, terutama teknologi penerbangan. Pernah punya cita - cita jadi pilot / penerbang. Makanya saya juga punya harapan Sheva juga punya minat yang sama. Karena itu, semua koleksi buku, majalah, mainan yang berhubungan dengan pesawat masih saya rawat. Tapi ternyata Sheva lebih suka dengan automotif. Mainan kesukaannya adalah mobil2an, majalah automotif. Bahkan, kosa kata terbanyak saat Sheva belajar ngomong adalah kata-kata yang berhubungan dengan mobil.

Sekarang saya sadar, anak kecil tidak bisa dipaksa untuk mencintai atau membenci sesuatu. Kita cukup membimbing, mana yang baik, mana yang buruk. Sejauh tidak membahayakan dirinya, kita cukup awasi saja. Teori ini saya terapkan pada Sheva. Dan akhirnya, dia mulai menyukai bermain bola. Bermain mainan pesawat, membaca majalah penerbangan. Namun apapun yang dia lakukan, Sheva masih seorang anak kecil. Yang hanya ingin menuntaskan hasrat ingin tahunya.

Dalam tulisan berikutnya, saya ingin menulis tentang aktifitas Sheva, dengan dunianya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar