Kamis, 09 Juli 2009

Pemerintahan Baru

Alhamdulillah, pemilihan presiden 8 Juli kemarin berlangsung dengan aman dan lancar - lancar saja. Meski tidak dipungkiri masih ada beberapa kendala. Bersyukur Mahkamah Konstitusi mengeluarkan keputusan penggunaan KTP sebagai bukti pengganti surat C4 bagi warga yang tidak terdaftar di DPT.

Melihat hasil perhitungan Quick Count, hampir dipastikan pasangan SBY-BUDIONO yang akan terpilih menjadi pasangan Presiden - wakil presiden periode 2009 - 2014. Selamat untuk beliau berdua. Semoga pasangan ini bisa membentuk pemerintahan yang lebih baik, lebih transparan dan pro rakyat. Bahkan saya senang dan gembira membaca bahwa pak SBY bisa dan sangat mungkin untuk menerapkan beberap program ekonomi yang ide-idenya berasal dari pak JK dan ibu Mega.

Mari kita sebagai rakyat, mendukung sepenuhnya pemerintahan yang akan datang, untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik, yang lebih sejahtera.

Sabtu, 25 April 2009

Sepanjang Tebet - Depok

Sudah 2 bulan ini saya menjalani kegiatan dengan menggunakan KRL dengan jalur Tebet - Depok pp. Berangkat pagi dari Tebet dan pulang malam harinya dari Depok. Bersyukur karena jalur ini berlawanan arah dengan jalur pekerja ( dari Bogor - Kota ) yang sangat padat pada pagi hari dan malam hari.
Saya pernah mencoba semua jenis KRL yg ada, ekonomi, AC ekonomi maupun Ekspress. Ya semuanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing - masing. Baik dari harga tiket, jam keberangkatan maupun kenyamanan. Dan yang paling unik, tentu saja fenomena yang akan kita temui pada KRL ekonomi. Apa itu? Ada pedagang asongan, yang bagaimanapun juga membantu kita bila sedang kehausan,lapar atau mau beli sesuatu. Meski kadang - kadang bila penumpang sedang penuh, keberadaan pedagang ini sangat mengganggu.
Selain itu, adanya "hiburan". Baik dari pengamen yang asal "bersuara" atau yang mini konser dengan membawa peralatan musik dengan pengeras suara. Ya, menurut saya semua ini cukup menghibur. Namun ada satu hal yang cukup mengganggu, yaitu keberadaan pengemis, apapun itu motif dan caranya. Meski tidak memaksa kita untuk memberi, tetapi hal ini sangat mengganggu. Saya nggak tahu, apakah pengelola jasa transportasi ini pura-puranggak tahu atau gak mau tahu. Memang sempat ada penertiban, tapi itu hanya sebagai syok terapi saja. Selebihnya ya kembali seperti semua.
Bagaimanapun juga, mereka para pengemis dan sebagainya perlu diperhatikan. Seyogyanya pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan masalah seperti ini. Toh mereka juga bagian dari rakyat Indonesia yang secara hukum berhak menikmati apa yang ada pada negara ini. Semoga saja, ke depan pemrintah bisa lebih peduli.

Selasa, 31 Maret 2009

Dua minggu yang melelahkan

Sudah dua minggu ini aktifitas benar-benar padat. Kerjaan kantor dan proyek yang sudah mulai berjalan harus dikerjakan keduanya bersamaan. Pagi aktifitas di kantor, siangnya menuju ke proyek. Lumayan juga, Cawang - Cibubur pp tiap hari. Benar - benar capek. Meski ada rasa senang karena tiap hari bisa naik kereta KRL, Depok - Tebet.

Yang membuat capek bukan perjalanan Cawang - Cibubur pp. Melainkan tekanan psikis akibat belum adanya juklak di proyek. Hampir semua prosedur belum baku, orang jawa bilang "grambyangan", grudak-gruduk. Akhirnya malah kebanyak mikirin yang gak perlu.

Sekarang proyek sudah benar - benar akan mulai, artinya kesibukan yang sesungguhnya akan segera terasa. Setelah lebih dari 2 tahun tidak mengikuti aktifitas di proyek, sekarang saatnya kembali ke dunia yang dulu.

Dua m inggu yang melelahkan tidaklah akan segera berakhir. Namun sekarang adalah awal dari hari-hari yang melelahkan, selain aktifitas di lapangan, juga mobilitas yang tinggi. Berharap tetap dalam kondisi yang fit, agar semunay berjalan dengan lancar.

Minggu, 01 Februari 2009

Sehari menjelajah dengan KRL

Sedang sumpek karena rutinitas pekerjaan, akhirnya ada ide untuk santai dan refrehing.Kebetulan saya suka dengan kereta api, akhirnya saya memutuskan untuk melakukan perjalanan dengan KRL. Saya pun menghubungi teman se-kampus yang kebetulan juga seorang railfans dan lagi - lagi kebetulan juga sedang sumpek. Akhirnya sepakat, jalaur yang ditempuh adalah Tebet - Bogor - Jakarta Kota.

Maksud dari kegiatan ini adalah selain menghilangkan berbagai kesumpekan, juga merupakan kegiatan pertama sebagai seorang railfan. Dan supaya lebih afdol, maka disepakati untuk mencoba menaiki segala macam jenis KRL, baik dari yang KRL ekonomi, ekononi AC dan Ekspress AC. Perjalanan dimulai dari Tebet ke arah stasiun Pasar Minggu untuk bertemu dengan teman. Perjalanan menggunakan KRL Ekonomi. Setelah bertemu dengan teman, perjalanan di lanjutkan ke stasiun UI Depok juga dengan KRL ekonomi. Di stasiun UI Depok kami sengaja berhenti karena ada tujuan untuk mengunjungi Railshop. Di sini kami membeli beberapa majalah kereta api, sayangnya miniatur Lokomotif tidak ada dijual.

Perjalanan dilanjutkan menuju ke Bogor. Kali ini kami menaiki KRL AC ekonomi. Lumayan beda dan lebih nyaman serta lebih manusiawi. Tidak lama, kami pun sampai di stasiun Bogor. Tujuan pertama adalah mengunjungi depo KRL Bogor. Setelah istirahat sholat dhuhur dan makan siang,perjalanan kami lanjutkan ke stasiun Jakarta Kota. Setelah mencoba KRL ekonomi dan ekonomi AC, akhirnya giliran KRL Pakuan Ekspress. Perjalanan ke stasiun Jakarta KOta ditempuh kurang lebih 1 jam. Di dalam KRL yang nyaman, bersih, kami sempat mengobrol banyak dengan pak kondektur. Sore hari hari kami tiba di stasiun KOta.DI sini saya berpisah dengan teman.Saya pulang dengan menaiki KRL ekonomi AC melewati stasiun Senen, sedangkan teman saya kembali ke Pasar Minggu.

Sungguh hari yang melelahkan namun menyenangkan. Tujuan lain kali adalah menjelah ke Bandung dengan KA Parahyangan dan KA Argo Gede. Mau gabung? Berikut beberapa gambar dari penjelajahan Tebet - Bogor - Jakarta Kota.


"Di depan depo KRL stasiun Bogor"


"Di depan KA Bumi Geulis,yang melayani trayek Bogor - Sukabumi pp"


"Di stasiun Bogor"


"Bersama pak Djodjon,kondektur KRL Pakuan Ekspres. Sebentar lagi beliau pensiun."


"Potret penumpang kita, nekat dan mengindahkan keselamatan sendiri"

Jumat, 30 Januari 2009

Sinetron dan pembodohan penonton

Saat ini di layar kaca banyak sekali ditayangkan sinetron - sinetron dan kebetulan jam tayangnya pada waktu utama ( prime time ). Yang menjadi permasalahan adalah tema dari sinetron tersebut. Kebetulan, meski tidak secara intens menyaksikan, saya bisa mengambil kesimpulan kalau tema nya benar2 kurang mengandung pembelajaran. Dalam arti, porsi antara pesan positif dan negatif tidak berimbang. Produser lebih mengedapankan memasang artis terkenal, meski temanya tidak tepat tapi yang penting mengundang banyak pemasang iklan. Benar - benar berorientasi bisnis.

Tema - tema yang disusung kebanyakan mengumbar kesedihan. Pelaku utama diskenariokan hidup terlunta - lunta dari awal sinetron hingga mendekati akhir sinetron. Meskipun berakhir happy ending, namun penonton disuguhi dengan kejadian - kejadian yang menurut tidak masuk akal. Sebagai contoh, bila ada suatu tindakan kriminal, disini peran polisi seperti dilupakan. Kalaupun dimunculkan, kadang - kadang polisi tidak ditampilkan dengan sebagimana mestinya.

Selain itu, tema - tema yang diusung kebanyakan mengumbar kesedihan, tangis, kelicikan dalam menguasai harta dan sebagainya. Dan kebanyakan tema - tema yang diusungpun kadang - kadang juga mengadopsi dari tanyangan luar negeri. Kenapa kita tidak berusaha membuat sinetron yang mengandung pembelajaran seperti sinetron Si Doel Anak Sekolahan, Kiamat Sudah Dekat? Cerita yang diangkat benar - benar mewakili kehidupan dari kebanyakan kondisi masyarakat Indonesia. Dan benar - benar natural. Dan ternyata sinetron ini juga mendatangkan banyak pemasang iklan.

Dan saya pribadi berharap, Komisi yang bertugas mengawasi semua tanyangan televisi dan juga badan sensor lebih tanggap dan selektif dalam menyikapi hal ini. Lolos tidaknya sensor bukan karena bebas dari unsur SARA, porno saja. Tapi juga efek dari tanyangan ini. Kalau lebih banyak bersifat pembodohan, apakah juga diloloskan?

Kamis, 29 Januari 2009

Kekalahan menyakitkan

Rutinitas tiap hari Rabu, sepulang kerja adalah main futsal bersama teman - teman kantor. Rabu kemarin sebenarnya masih bimbang apakah ikut bergabung atau tidak. Maklum, badan masih belum fit sehabis sakit. Tapi karena sudah 2 minggu tidak bermain dan hasrat untuk mencoba sarung tangan kiper baru, akhirnya maksain ikut bergabung.

Karena dari siang belum sempat makan, saya sempatkan makan dulu selepas maghrib. Habis makan langsung menuju lokasi lapangan futsal. Ternyata masih sepi, akhirnya nunggu sebentar. Dan akhirnya jam 19.10 udah mulai ngumpul dan saya pun ikut pertandingan yang pertama. Dengan semangat 45 ( maklum pingin nyobain sarung tangan kiper baru ) saya pun masuk ke lapangan. Eeee ternyata tim yang bertanding gak sebanding. Akhirnya jadi bulan - bulanan deh.

Akhirnya pengalaman pertama pakai sarung kiper baru menjadi sesuatu yang menyakitkan. Karena selama bermain futsal tidak pernah kalah, alias selalu menang. Namun malam ini pertandingan berkesudahan dengan kekalahan. Yang menyakitkan hati, sebagai seorang penjaga gawang, saya harus rela dan pasrah karena kebobolan 6 gol. Sebuah kekalahan yang menyakitkan.

Jumat, 23 Januari 2009

Haruskah bed rest?

Udah dua hari badan ini merasa tidak enak. Ujung-ujungnya selera makanpun hilang. Tidur juga susah. Padahal minggu ini sampai 2 minggu ke depan adalah hari - hari yang berat. Selain urusan kerjaan karena ada tender proyek besar, sekarang juga masuk periode ujian akhir semester. Praktis tidak ada hari libur untuk beristirahat.

Bukannya mau memaksaain diri, dan bukannya takut ke dokter. Tapi takut bila oleh di dokter meminta untuk bed rest, seperti tahun kemarin. Terus terang saya malas kalau harus nginap di Rumah sakit, tangan disuntik dengan jarum infus. Selain itu, tidak bisa bermain dengan si kecil.

Haruskan tetap bed rest?